Misteri Jodoh

Hari ini aku mendapat email dari teman kerja waktu di Surabaya. Attachmentnya berisi undangan pernikahan. Wow senangnya.. Akhirnya dia menikah setelah sekian lama memendam rasa pada orang yang disukainya.

Aku mulai berpikir kado apa yang bagus untuknya ya? Dari buku, pernak-pernik, sampai baju tidur ada di kepalaku, hehehe. Hmm…sepertinya buku bagus yach. Tapi keperluan rumah tangga juga penting. Ah…apa ajalah yang penting dia senang. Akhirnya aku memutuskan membeli seperangkat sprei.

Tapi, tiba-tiba ada sesuatu perasaan tak enak yang menyergapku, masuk begitu saja ke pikiranku tanpa bisa aku  menghindar, sebuah pertanyaan ” Kira-kira kapan aku menikah yach?” Kubuang jauh pertanyaan ini, apa-apaan, temanku sedang bahagia, akupun harus turut bahagia.

Tapi sekali lagi, jujur aku gak bisa mengelak untuk tidak berpikir tentang ini. “Menikah” Siapa yang ga mau? Menyempurnakan separuh agama lho…

Kebayang gak sie, suatu hari nanti aku menghadapNya dalam keadaan membujang?… Separuh agama aja belum terpenuhi, sedang ibadahku selama ini mungkin aja hilang ketutup ama dosa-dosa yang aku sengaja ataupun tidak, ya Rabb…

Jadi ingat teman-teman di kantor, teman pengajian yg usianya menginjak kepala tiga, namun belum bertemu dengan pasangan jiwanya. rasanya aku ga sanggup begitu. Juga seorang teman yang sulit mendapatkan anak karena telat  menikah, juga teman yang mengalami masa kritis saat persalinan karena umurnya sudah tidak muda lagi.

Ya Rabb…dimana Engkau sembunyikan belahan jiwaku? Kapankah Engkau pertemukan aku dengannya?

Umurku 23 tahun, rasanya aku belum terlalu tua. Kutatap lagi wajahku dicermin, masih imut-imut kok (hehe narsis…ya)

Okey, stop bercandanya, ini masalah serius, Jodoh, rasanya benar-benar misteri.

Gak cuma aku, ribuan orang disana bahkan mungkin berjuta-juta orang juga mengalami hal ini. Sama-sama bingung yang mana jodohnya. Kalian juga kan? Mencari teman mengarungi bahtera rumah tangga, membuat negara kecil yang dipimpin oleh presiden seorang ayah dan wakil presidennya seorang ibu, dan anak-anak adalah rakyatnya. Gak ada menteri, karena presiden dan wakil presiden ini akan turun tangan langsung melayani rakyatnya. Menyiapkan masa depan yang indah hingga mereka nanti mendirikan negara masing-masing. Aku tersenyum sendiri saat memikirkan ini.

Tapi tunggu dulu, aku kan belum punya calon presiden. Apa aku akan melamar seseorang untuk menjadi presiden bagi negara kecil yang akan aku dirikan?Jadi ingat kisah Nabiku Muhammad Saw dengan Istri pertamanya Khadijah Ra. Bukankah dulu Khadijah menawarkan diri.

Tapi…masalahnya sekarang adakah laki-laki seperti Nabi yang layak dilamar? Tunggu dulu, Aku kan gak sebaik Khadijah? Hmm…Bisa aja donk aku melamar seseorang??? Ups..Aku gak sanggup, ga sanggup rasanya. Aku malu…belum lagi klo ditolak, pasti aku akan pergi ketempat dimana semua orang yang mengenaku tidak akan menemukan aku lagi. Kemana yach????

Hei…Hei…Aku tidak boleh begitu, semua klo tidak dicoba maka tidak akan tahu hasilnya. Tapi, siapa yang mau aku lamar?

Jadi bingung aku, sebenarnya tipe apa yang aku mau? Yang gagah (gak juga) Yang kaya (gak juga). Yang pasti yang bisa menemaniku dunia akhirat (Kekasih dunia-akhirat, cie…)

Becanda lagi yach…

Yang beriman tentunya, tapi kan cuma Allah yang tahu iman seseorang. Fuah…Kepalaku jadi sakit, sudahlah, aku gak usah berpikir macam-macam, yang harus aku pikirkan. Sempatkan waktu untuk menghadiri walimah temanku itu.

Tapi tunggu dulu, aku masih disini, berpikir misteri jodoh. Bukankah Allah pernah berjanji.

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)[24:26]

Sepertinya aku dapat satu kunci kawan-kawan, untuk mendapatkan laki-laki yang baik aku harus menjadi wanita yang baik pula. Hmm…Mungkin ini penyebabnya. Allah belum mempertemukan aku dengan belahan jiwaku, karena Ia ingin mengabulkan do’aku untuk mendapatkan laki-laki yang beriman, tetapi aku harus jadi wanita yang beriman dulu, bukan sholat asal sholat, ngaji asal ngaji.

Sepertinya aku dapat titik terang. Yach…aku harus berubah lebih baik lagi. Titik.

Tetapi klo menunggu saja bukankan itu lucu. Jadi ingat ayat ini

yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan meubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.[8:53]

Hmm… Allah gak akan mengubah keadaanku hingga aku mengubahnya sendiri. Artinya aku harus berusaha.

Aku harus mencari belahan jiwa dengan caraku sendiri. Gimana caranya? Mengenal lawan jenis lebih dekat lagi? Gak, aku gak mungkin pacaran. Trus gimana donk usahaku? Mungkin silaturahmi diperbanyak lagi kali yach. Memperbanyak daftar nama teman, kali aja disana ada belahan jiwaku. Dan satu lagi. Do’a

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran [2:186]

Bukankah itu janji Allah? Yup, Allah selalu menepati janji

Sepertinya aku mendapat beberapa kunci : Berubah menjadi lebih baik,
Memperbanyak silaturahmi, dan memperbanyak daftar teman dan Do’a

Nah gimana dengan kawan-kawan? Aku yakin diantara kalian juga ada yang gi mencari belahan jiwa. Kira-kira udah dapat kuncinya belum? Aku yakin kunci-kunci yang aku dapat belum banyak. Klo ada bagi-bagi kuncinya yach? Biar nanti misteri jodoh ini bisa kita pecahkan bersama-sama. Yach…

oleh : Oby Chan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: